tik tik tik...
Dalam hitungan hari lagi kami semua akan berpisah :( kayanya momen momen
yang dulu pernah terjadi akan segera lewat begitu saja. Tanpa ada kata pamit
atau salam perpisahan. Salah Satu hal
yang pasti gue kangenin dari perpisahan masa SMP ini adalah, temen-temen gue,
terutama di kelas 9.6 yang sangat gue sayangi.
Teman atau kawan atau sahabat. Apasih menurut kalian arti
dari teman? Pasti berbeda-beda dalam mengartikannya. Tapi teman mempunyai satu
arti yaitu seseorang yang kita kenal. Belum tentu dekat tapi jelas ada di
friend list kita. Dan mungkin sulit untuk dilupakan. Teman itu selalu ada,
dimanapun kita tinggal, dan dibagaimanapun kondisi kita, kita akan tetap
memiliki teman. Begitupun saat kita baru dilahirkan, kita pun sudah mempunyai
teman yaitu ibu. Tempat dimana kita bisa bertukar pikiran, bertukar informasi,
berdebat, permusuhan, kekompakan itu semua ada di teman.
Di 9.6 seluruh siswa sudah bukan saya anggap sebagai sekedar
teman. Tapi sudah sebagai saudara kandung. Ya walaupun ada satu dua yang
sifatnya bagong, tpi itu juga yang melengkapi sifat-sifat di 9.6. sulit rasanya
untuk mengucapkan kata pisah pada mereka semua. Suka duka sudah dirasakan,
dimana saat kita tertawa, menangis, terlarut jadi satu. Saat-saat kesulitan
dalam mengerjakan ujian, maka tidak lain adalah saling contekan. Itu juga
termasuk dalam momen-momen indah.. kelebihan dan kekurangan memang tidak lepas
dari manusia. Tapi kami saling mengapresiasi, saling menutupi, saling mengisi. Terkadang
kembali mengingat saat-saat kami semua baru mengenal satu-sama lain.
Seakan-akan
tidak ada habisnya untuk becerita tentang diri sendiri.haa, begitu cepatnya
waktu hingga sekarang kami akan segera meninggalkan kelas kami yang mungkin
takkan terlupakan selamanya.
Mengikhlaskan sesuatu itu tidaklah mudah, harus ada
kebesaran jiwa dan kelapangan dada. Walaupun kita tau, perpisahan itu bakal
menjadi hal yang terbaik untuk hidup kita. Tapi hanya itulah yang dapat kami
lakukan sekarang. Satu doa yang selalu saya panjatkan untuk seluruh teman saya “semoga
kalian lebih sukses dan maju daripada yang sekarang.” Selamat berjalan dan
beralih ke jalan masing-masing. Suatu saat kita akan bertemu lagi bila ada
kesempatan. Sebenernya agak mirip penutupan pidato tapi memang seperti itulah
yang harus diucapkan. Tetesan air mata takkan cukup untuk menguraikan rasa
sedih di dada. Tapi, saya akan selalu bahagia bila kalian semua bahagia.. :)

0 Prinsip Kalian._.:
Posting Komentar