(Seperti halnya
anak-anak remaja, si ican kalo udah nonton satu film yang menurutnya menarik
maka akan diceritakan kembali dengan temen-temennya di kelas. Nah pada hari
jumat di waktu istirahat ican menceritakan ke gue, satria, dan reno tentang
keberadaan manusia indigo yang sekarang lagi marak-maraknya di Indonesia.)
Ican :
“eh lang, sat, no, lo nonton ga acara indigo yang ditayangin setiap sabtu di
channel ****
Gylang : “yadumse.”
Satria : “emang ada yah?”
Reno :
“waduh gue ketiduran waktu itu.” (padahal emang takut buat nonton)
Ican : ”itu
beneran ga sih? Lo pade percayaan ga dengan itu semua?”
Gylang : “gue
percayaan aja tuh, soalnya meyakinkan bener.”
Satria : “ah, gue
ga percaya hal gituan.”
Reno : “alah, lo
aja ga nonton sat.”
Satria : “ape elu
nonton?-__-“
Reno : “engga,
wkwk.”
Ican : “-_-.
Tapi definisi indigo itu sebenernya apasih?
Satria :
“sebenernya indigo itu kemampuan lebih yang dimiliki manusia untuk melihat mahluk
gaib gitu.”
Gilang : “gue ga
tau persis, tapi katanya emang kaya yang diomongin satria.”
Reno : “duh, udah
ah gue mau gambar bis dolo.” (sejatinya ngeri denger yang melibatkan
saudaranya)
Ican : “alibi
aja ya daritadi._. ntar aja no, kita kelarin dulu masalahnya.”
Reno :
“iyawdeh-_- eh kalo lo pada indigo, lo mau apain tu kelebihan?”
(kami ber-tiga mulai
berimajinasi akan pertanyaan reno.)
Ican : “gue
dulu yaa. Kalo gue bakalan ajak tu hantu main game, jadiin temen, ke warnet
bareng dan lain lainnya deh, hihi.”
Satria : “wah
boleh juga tuh, jadinya kan bisa diajak galau bareng. Wkwk”
Gilang : “nah kalo
gue lain lagi. Kalo gue indigo, gue bakal jadi superhero kaya jumper,
nembus-nembus dinding gitu. Tapi walaupun indigo gue tetep aja ga bisa nembus
hati dia.” (galau)
Ican : “kok
jadi penggalauan massal?-__-“
(satria motong,
padahal gue lagi mood beudht buat galau waktu itu)
Satria : “kalo gue
indigo, gue bakal nyari cara untuk bikin mesin waktu. Dan alat teknologi
lainnya.. hebat kan?”
Gilang : “ga ah
biasa aja tuh..”
Satria :
“(terdiam)”
Reno :
“udah-udah, dengerin gue yah. Kalo gue indigo, gue bakalan ngapus seluruh
manusia indigo di dunia ini. Jadikan gue sendiri yang indigo. Wkwk”
(semuanya hanya
menyimak, dan kemudian berkata…)
Ican, Gilang, Satria : “mati aja loo!!”
(mulai dari situlah,
akhirnya kami berniat untuk menjadi indigo tanpa mengajak reno. Sekiannn….)
Lanjutann…
Karena tidak adanya kelebihan yang kami miliki untuk menjadi
seorang indigo, kami pun membuat nama untuk menyebutkan diri kami yaitu edigo. Sejatinya edigo ini tidak
mempunyai hubungan sedikitpun dengan indigo. Tetapi edigo punya kelebihan dari
indigo yaitu dapat melakukan hal konyol tanpa ada malu sedikitpun. Perhatikan
siklus sifat pada indigo dan edigo berikut:
Indigo : => pendiam, tidak banyak bicara, tidak pernah
bertindak aneh. menghasilkan => kepintaran, cerdas, dapat membuat orang lain merasa takut tapi
penasaran
Sedangkan edigo….
Edigo : => ga pernah diem, bacot setiap saat, ga usah
ditanya anehnya melebihi orang yang aneh._. Menghasilkan => kebodohan,
kerjaan ga pernah bener, membuat orang lain merasa enek dan pengen muntah.
Jika indigo berpikir sesuai yang dia lihat, maka edigo
berpikir yang belum dia lihat atau suka berimajinasi atau kalo di mapel
English, setiap dialog pasti menggunakan “If” clause. Dan apabila indigo dapat
melihat mahluk gaib atau mahluk astral, edigo ini tidak perlu untuk masuk ke
dimensi lain untuk melihat mahluk gaib ini. Karena hamper semua anggota edigo
memiliki wajah layaknya genderuwo, pocong dan lain lain.
Tapi pembacas sekalian, dari hal ini kita dapat memetik
suatu amanat bahwa kebahagiaan itu kita sendiri yang ciptakan, kita sendiri
yang buat, kita sendiri yang merasakan. Walaupun indigo itu merupakan kekuatan
yang hebat, mungkin banyak para indigo yang merasa tidak bahagia memiliki
kekuatan itu. Tetapi kami, para edigo selalu bahagia tanpa ada penyesalan
terhadap yang kami miliki karena itu merupakan suatu mukzijat yang diberikan Tuhan
kepada kami.. sekiann
BY: Persona Gemilang
BY: Persona Gemilang


0 Prinsip Kalian._.:
Posting Komentar